PUISI PUISI

Karena Kau! Musim Tak Pernah Bersemi

Bila tiba musim semi, langit mekar bertabur bintang
Bumi dan gunung rentangkan kesejukan
Pancarkan gelora rasa
Bunga-bunga indah pun semakin segar
Baluti hati yang penuh luka perih

AuraMu itu sangatlah jelas
Biaskan cahaya penuh makna, anggun dan semua sirna
Kata-kata sempit ini semakin terbata
Kelu, terlena pesona nuansa

Tapi, kau…!!! Saat itu berlalu tanpa kata
Dan di sini, dibalik jeruji jiwa gelap ini, musim semi tak pernah ada
Yang tinggal hanyalah kemarau panjang
Resah dan gelisah pun terus meradang
Gerogoti nurani, lukai hati
Hingga tubuh kering kerontang. Lunglai, tak mampu berdiri

K(k)au…!!! Terus berlalu
Tinggalkan sunyi,
Sepi
Dingin
Menganga
Tercabik
Tak pernah bersemi

Puisi Romantis dan Cinta Istri

Istriku…!!!
Biar kata orang: gemuk, gendut tak cantik
Kau tetap istriku

Istriku…!!!
Setiap hari, kau bisa seperti mereka
Langsing dan cantik penuh pesona
Lebih dari sinta, si pemikat rahwana

Istriku…!!!
Ini bukan merayu, bukan juga gombal
Kau memang istriku
Pengantin setia yang tak pernah lari dari tanggu jawab

Istriku…!!!
Ketika masak, cuci piring, dan tak lupa sembahyang,
Kau sangat cantik, indah lebih dari bidadari

Kemana anak-anak…?
Kemarilah! Duduk di sini bersama
Makan dan minum seadanya

Sunyi dan Luka

Sunyi…!!!
Tirainya hanyalah hijab,
dinding yang diselimuti dingin dan gelap
Durinya, kemarung sepi
Musiknya, alunan nada-nada sedih
Sayapnya, awan hitam bercampur mendung tebal
Rasanya, luka bathin yang semakin dalam

Luka…!!!
Taringnya berubah duri tajam yang siap menusuki jantung
Buahnya bathin yang tercabik,
Sanubari yang di iris kecil-kecil,
Menganga tanpa nanah dan darah,
Derita samar tak berwarna,

Lalu, jatuh tersungkur di belahan hati sendiri
Di sekitar belukar taman sunyi, terhempas.
Jeritannya, kristal bening yang terus mengalir
Setetes,
Setetes,
Terus terisak,
Hening tanpa suara
Aaaaahhhhhh….!!!!

Penantian

Dibalik nurani yang gelap, yang tinggal hanya penantian dengan segala kebutaan. Ah, dia telah pergi dan bicara tak akan kembali hanya dengan ditangisi

Penantian, luka ini, kenikmatan bathin. Karena ambigu cinta yang bersemi hancur dibalik entitas mawar berduri. Lebur dibalik sindrom semesta.

Suara sukma ini hanya mengeras, melengking dan menggaung di batas jiwa diantara dinding-dinding hati yang luluh dan raga yang lapuk. Berusaha melindungi diri dari tetes-tetes segala sedih, luka dan kecewa.

Terus melaju…!!!
Karena detak sanubari yang dahaga helaan nafasnya adalah kesedihan yang dijerat penderitaan dan keputusannya, debu-debu kubur yang akan mengantarkan jiwa ke gerbang abadi.

Hilang…, Kasih yang Pergi

Kehilangan ditinggalkan
penyiksaan jiwa
luka yang menari
Aku yang tidak mencintai kekasih,
tak bisa memahami apa makna cinta
hanya sekedar ta’rif
atau gambaran berbagai sosok dan bentuk

bayangan api tidak membuat tubuh panas
Memikirkan rasa haus,
juga tak menghilangkan dahaga
Semerbak wangi melati itu,
tak tercium dengan membayangkannya

Juga,
Mengundang matahari di setiap malam
hanyalah ketololan.

Ah, dunia!
kadang menyebalkan
Lupakan saja!
Tuhan,…???!!!

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s